Ketua DPD Komunitas Solidaritas Squad Mengutuk Keras Pengeroyokan dan Pembunuhan Pemuda Aceh di Sibolga
- account_circle Admin
- calendar_month Sel, 4 Nov 2025
- visibility 36
- comment 0 komentar

Aceh Timur – Komunitas solidaritas Squad Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aceh Timur, menyatakan mengutuk keras kasus kekerasan pembunuhan yang merupakan pemuda asal kabupaten Simeulue Provinsi Aceh, Selasa 04 November 2025.
Solidaritas Squad, Maulidin Nabawi mendesak Kapolda Sumatera Utara (Sumut) agar mengusut tuntas kasus pengeroyokan hingga menyebabkan meninggalnya Arjun (21), warga Simeulue (Aceh), oleh sekelompok pemuda di Masjid Agung Sibolga, Sumut.
“Tewasnya pemuda asal Aceh tersebut harus diusut hingga tuntas dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal serta seadil-adilnya,” ujarnya.
Maulidin Nabawi menilai, kejadian yang dialami Arjun membuat masyarakat Aceh sangat kecewa, tindakan tidak manusiawi itu dilakukan di lingkungan masjid yang semestinya jauh dari hal-hal kemungkaran. Masjid sudah seharusnya menjadi tempat berlindung dan aman bagi siapa saja yang singgah di dalamnya.“Kapolda Sumut Harus mengawal kasus ini sehingga keluarga korban mendapat keadilan,” sebutnya.
Di sisi lain, Maulidin Nabawi juga mengatakan, peristiwa pengeroyokan yang menimpa Arjun tidak boleh dianggap sebagai konflik antardaerah yakni antara Aceh dan Sumut, melainkan murni persoalan individu.
Meskipun demikian, lanjut Maulidin Nabawi perlu adanya langkah antisipatif dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Sumut terkait efek dari kejadian tersebut. Lantaran gesekan yang menimbulkan benturan fisik hingga jatuh korban kerap terjadi antara warga Aceh dan Sumut. Pemerintah Aceh dan Sumut disarankan untuk melakukan pertemuan yang melibatkan institusi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sebelumnya diberitakan, tayangan CCTV yang memperlihatkan seorang pemuda asal Kabupaten Simeulue dianiaya sekelompok orang hingga tewas di Masjid Agung Sibolga, Sumut, viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB saat korban hendak beristirahat di masjid. Rekaman CCTV menunjukkan aksi pemukulan dan para pelaku menyeret korban.
Awalnya, terlihat korban sedang berdiri dengan dikerumuni sekitar lima pria. Lalu, kelima pria itu tiba-tiba menganiaya korban dengan cara menendangnya berkali-kali ke arah bagian kepala.
Setelah korban terkapar, salah seorang pelaku menyeret tubuh korban dengan menarik kakinya hingga ke halaman depan masjid.Korban sempat dilarikan ke RSUD FL Tobing Sibolga, tetapi meninggal dunia akibat luka parah di kepala pada Sabtu pagi, 1 November 2025.
- Penulis: Admin
