Lensaraya.com | Aceh Tamiang – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadlullah, S.E., akrab disapa Dek Fad beserta rombongan didampingi Wakil Bupati (Wabup) Aceh Tamiang, Ismail, S.E.i., tinjau lapangan infrastruktur dan longsor akibat bencana alam akhir tahun lalu.
Pada giat tersebut turut juga hadir Pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda) Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar dan Pelaksana tugas Kepala Dinas (Plt. Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Tamiang, Dedy Nurfadli, S.T.,
Tujuannya guna meninjau Jalan Simpang Empat Upah – Kualasimpang kawasan Paya Poncong Karang Baru dan longsor dikawasan Bukit Suling Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, Senin (11/05/26).
Dalam paparannya, Wagub mengatakan, “Kunjungan kami ke Tamieng ini untuk menindaklanjuti surat Bupati Aceh Tamiang Nomor 100/1797 yang kami terima Tertanggal, 08 Mai 2026, tentang penanganan jalan provinsi di Aceh Tamiang,” ujarnya.
Sebagai mana diketahui, sambung Wagub Dek Fad, bahwa Jalan Paya Pocong (Simpang Empat Upah) merupakan urat nadi transportasi dari dan Karang Baru, Rantau hingga Kualasimpang.
“Proyek ini dengan anggaran 5 Milyar bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA) 2026 dianggap tidak memadai, maka saya datang Untuk melihat langsung terhadap kerusakan dan gambaran biaya yang dibutuhkan,” kata Fadlullah, S.E..
Lebih lanjut Dek Fad mengatakan, diakui anggaran tersebut dianggap belum memadai melihat setelah melihat kondisi jalan tersebut.
“Namun kami memastikan penanganan jalan ini akan menjadi prioritas di Anggaran tahun depan (2027), kami harap pemerintah daerah dan masyarakat Aceh Tamiang untuk bersabar, karena terkait kerusakan jalan provinsi paska Blbanjir bandang tahun 2025 lalu,” sebut Wagub Aceh.
Menurut Wagub, dipastikan 12 kabupaten/kota mengalami hal yang sama meski Tamieng merupakan daerah terparah, “Maka Itu menjadi prioritas kami kedepan,” ungkapnya..
Ditempat yang sama, Plt. Kadis PUPR Aceh Taming, Dedi Nurfadli, S.T., menjelaskan “Bahwa panjang badan jalan yang kita usulkan tersebut sepanjang 15,11 kilometer yang meliputi Simpang Empat Upah sampai perbatasan Aceh sumut (Perapen),” jelasnya.
“Pada tahap Awal ini Dinas PUPR Provinsi Aceh akan melaksanakan pengerjaan di titik-titik terparah dulu karena mengingat keterbatasan anggaran,” ungkap Dedi.
Ditempat terpisah, Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Pahmi, M.H., menyampaikan, “Saya mengapresiasi iunjungan Pak Wagub ke Tamiang ini dan kita akan terus mengawal agar penanganan jalan provinsi yang ada di Tamiang terlaksana sebagai mana mestinya,” katanya berharap, Rabu, 13 Mei 2026.*
Reporter : Adi Hunter













