Lensaraya.com | Aceh Tamiang – Lubang akibat longsor terlihat menganga dan terkesan berbau telan korban jika tidak segera ditangani pada tepi badan jalan lintas Seruway Kabupaten Aceh Tamiang di Desa Padang Langgis, tepatnya disebelah kiri kantor desa setempat sudah meresahkan masyarakat pengguna jalan.
Pantauan langsung awak media Lensaraya.com, Sabtu, 15 Agustus 2026, lubang tersebut memiliki kedalaman 2 meter dan akan terus tergerus hingga berakibat putusnya badan jalan dikawasan tersebut karena semakin melebar ke tengah badan jalan akibat terus tergerus saat hujan turun.
Datok Penghulu Kampung Padang Langgis, Ridwan dimintai keterangannya oleh media membenarkan adanya lubang menganga pada sisi tepi badan jalan lintas Seruway dekat kantor desa tersebut sudah sangat rawan telan korban.
“Lubang itu pada awalnya akibat hujan terus menerus dan luapan air banjir pada jurang ditepi jalan tersebut, lama kelamaan tergerus semakin dalam dan dipengaruhi air hujan selama ini mengakibatkan semakin memakan badan jalan hingga kearah tengah,” kata Datok Ridwan.
Datok Penghulu Kampung Padang Langgis, akrab disapa Tok Wan meminta kepada instansi pemerintah terkait agar segera melakukan penanganan terhadap kondisi lubang berbahaya tersebut.
Wakil Ketua Forum Datok Penghulu Kampung Kecamatan Seruway, Syafi’i kepada media juga mengatakan, kondisi badan jalan lintas Seruway akibat lubang tersebut semakin berbahaya bagi pengguna jalan, baik kendaraan roda dua atau lebih melintas dimalam hari.
“Kalau sedikit lengah pandangan pengendara, kendaraan bisa masuk dalam lubang tersebut dan dapat berdampak fatal atau bisa merenggut nyawa bagi pengendara kendaraan roda dua,” ujar Datok Syafi’i, Minggu, 16 Agustus 2026.
Lanjutnya, bagi kendaraan roda empat atau lebih diperkirakan jika ban kendaraan (mobil) masuk lubang tersebut mengakibatkan patah As atau bisa terbalik bagi mobil angkutan barang muatan berat.
Beberapa warga pengguna jalan lintas tersebut ditanyai awak media mengaku, ngeri setiap melintasi kawasan lubang jalan tersebut, “Kondisinya semakin hari semakin dalam, apalagi setelah turun hujan, semakin terlihat tambah melebar dan semakin dalam longsornya struktur tanah disitu,” ujar para warga.
Dimintai tanggapannya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh asal Dapil 7 Aceh Tamiang dan Kota Langsa dari Fraksi Partai Gerindra, Aceh Edy Asharuddin, S.E., mengatakan, kondisi jalan lintas Seruway itu memang sudah layak dilakukan peningkatan, apalagi jalan tersebut mengalami dampak langsung bencana alam pada akhir November tahun lalu.
“Ditinjau dari masa pembangunannya, terakhir dari bangun jalan tersebut pada tahun 2007, sudah sewajarnya jika diusulkan untuk dilakukan peningkatan dan perbaikan menjadi lebih baik, apalagi jalan tersebut merupakan salah satu jalan utama lintas perekonomian, pemerintahan, serta perdagangan di Aceh Tamiang,” sebut Kader Partai Gerindra, Edy Asharuddin, S.E., Senin, 17 Agustus 2026.
Menurut Edy Asharuddin, diketahui putra Seruway, anak dari salah seorang Tokoh Seruway, Syarifuddin, alias Wak Yong Cokro, jalan tersebut merupakan kategori jalan lintas penghubung kawasan antar kecamatan menghubungkan antar lintas kabupaten dan provinsi, statusnya dibawah naungan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA).
“Saya akan bangun koordinasi dengan pihak instansi pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk menindaklanjuti lebih lanjut kondisi jalan lintas Seruway tersebut, khususnya lubang besar semakin merambah ke tengah badan jalan di Desa Padang Langgis tersebut,” jelas Edy Asharuddin, Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh itu.*
Reporter : Adi Hunter

















