Aceh Tamiang

Irigasi Pompa, Pemkab Aceh Tamiang: Perkuat Pemulihan Pertanian Panca Brncana

0
×

Irigasi Pompa, Pemkab Aceh Tamiang: Perkuat Pemulihan Pertanian Panca Brncana

Sebarkan artikel ini
Whats-App-Image-2026-06-16-at-16-09-16

Lensaraya.com // Aceh Tamiang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang bersama Satuan Tugas Penanganan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (Satgas PRR) terus percepat pemulihan sektor pertanian pasca bencana alam terjadi pada akhir November 2025.

Salah satu langkah dilakukan adalah memperkuat pasokan air melalui program Bantuan Irigasi Pompa (Irpom) di 70 titik guna mendukung produktivitas lahan sawah yang telah direhabilitasi.

Bupati Aceh Tamiang menegaskan bahwa pemulihan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, Selasa, 16 Juni 2026.

Bantuan irigasi pompa diharapkan mampu menjamin ketersediaan air bagi ribuan hektare lahan sawah yang terdampak bencana agar dapat kembali berproduksi secara optimal.

Bupati Aceh Tamiang melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perlindungan Tanaman Distanbunnak Aceh Tamiang, Irwan Hadi mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pertanian yang dilakukan secara menyeluruh.

“Kami tidak hanya fokus membersihkan lahan pascabanjir, tetapi juga memastikan sarana pendukung seperti irigasi pompa tersedia agar petani dapat kembali berproduksi dengan baik,” ujarnya.

Secara teknis dijelaskan Irwan, dalam proses rehabilitasi, Pemkab Aceh Tamiang bersama Satgas PRR membagi penanganan berdasarkan tingkat kerusakan lahan.

Untuk kategori rusak sedang, rehabilitasi dilakukan oleh Kodim 0117/Aceh Tamiang dengan target 712 hektare. Hingga 14 Juni 2026, pembersihan telah mencapai 428,28 hektare atau 60,15 persen dari target.

Sementara itu, lahan rusak ringan ditangani melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) dengan target 1.961 hektare yang dikerjakan secara gotong royong oleh kelompok tani.

Program ini sudah berjalan selama enam bulan. Sejumlah lahan yang telah direhabilitasi, termasuk di Kecamatan Manyak Payed, telah kembali ditanami padi.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Satgas PRR, TNI dan masyarakat, Pemkab Aceh Tamiang optimistis pemulihan lahan pertanian pascabanjir dapat berjalan maksimal sehingga mampu mendukung ketahanan pangan dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.*

Reporter : Adi Hunter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *