Lensaraya.com | Aceh Tamiang – Pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda), Drs. Syuibun Anwar buka dan pimpin diskusi After Action Review (AAR) diselenggarakan pemerintah kabupaten Aceh Tamiang di Jatuh Hati Cafe, Karang Baru, Kamis, 04 Juni 2026.
Acara diskusi membahas seputaran evaluasi dan pelaporan publik progres program kerja penanganan pemulihan terhadap korban dampak bencana alam di Aceh Tamiang pada akhir November tahun lalu tersebut dibuka dan dipimpin oleh Plt. Sekda Aceh Tamiang atas instruksi dari Bupati Armia Fahmi.
Pada kegiatan tersebut selain Bupati Armia Fahmi, Plt. Sekda Syu’ibun Anwar, dan Plt. Kadis DPMKPPKB, Drs. Tri Kurnia, turut dihadiri oleh para relawan mitra pemerintah daerah Aceh Tamiang, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Fahmi, M.H., pada acara diskusi AAR tersebut menegaskan, program prioritas pemerintah daerah saat ini adalah menyelesaikan dan menuntaskan kebutuhan warga serta sarana dan prasarana dasar masyarakat dan fasilitas umum strategis.
“Kebutuhan masyarakat menjadi prioritas kami, segala upaya kami secara maksimal terus kami lakukan agar hak warga yang terdampak banjir bisa terpenuhi,” ujar Bupati Armia.
Dalam kesempatan itu, Bupati Armia mengungkapkan, bencana banjir bandang menimpa Aceh Tamiang memiliki tingkat kerusakan sangat masif dibanding daerah lain.
Sambung Bupati, dampak bencana ini tidak hanya menghancurkan pemukiman penduduk, tetapi juga melumpuhkan roda pemerintahan secara total di Aceh Tamiang dari segala aspek layanan.
“Banjir menghancurkan seluruh sektor krusial di Aceh Tamiang. Seluruh kantor pemerintahan ikut mengalami kerusakan parah. Pemkab harus melakukan kerja ekstra keras untuk memulihkan keadaan dari titik nol,” beber Bupati lagi.
Ia mengakui kehadiran ribuan relawan dari berbagai elemen, organisasi, komunitas dan stakeholders sangat membantu.
Di balik beratnya tantangan pemulihan, Bupati Armia Pahmi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh kelompok relawan.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya rekan-rekan sekalian. Selama enam bulan terakhir, kolaborasi para relawan saya akui sangat membantu mempercepat pemulihan warga, khususnya di wilayah hulu,” sebut Armia Fahmi.
Laporan capaian tanggap darurat tersebut dipaparkan langsung oleh gabungan kelompok organisasi, yaitu Forum Konservasi Leuser (FKL); Bina Trubus Swadaya, Jakarta; dan Yayasan Pusaka Indonesia, Medan.
Perwakilan relawan FKL, El Mahdi, menjelaskan bahwa selama setengah tahun ini mereka telah menuntaskan berbagai program esensial seperti pembangunan MCK, distribusi makanan sehat, pembagian tas sekolah, hingga penyaluran santunan uang tunai.
Diskusi AAR ini dibuka secara resmi oleh pelaksana tugas sekretaris daerah (Plt. Sekda) Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, dan turut dihadiri oleh Plt Kadis DPMKPPKB, Drs. Tri Kurnia, serta puluhan perangkat kampung dan perwakilan warga setempat.
Melalui forum evaluasi ini, Pemkab Aceh Tamiang menampung berbagai masukan dan catatan dari masyarakat desa yang menjadi wilayah intervensi.
Catatan-catatan tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar perbaikan kebijakan serta proyeksi program pemulihan lanjutan ke depan.*
Reporter : Adi Hunter













