Scroll untuk baca artikel
653935738-940856771857520-8512316222194427671-n
Aceh Timur

Bupati Al-Farlaky : Ini Fitnah, Saya Tempuh Jalur Hukum

5
×

Bupati Al-Farlaky : Ini Fitnah, Saya Tempuh Jalur Hukum

Sebarkan artikel ini

lensaraya.com | Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.Si akhirnya angkat bicara terkait tudingan yang menyeret namanya dalam isu dugaan perselingkuhan yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa seluruh tuduhan tersebut adalah fitnah dan siap membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Pernyataan tegas itu disampaikan bupati Al-Farlaky saat menggelar konferensi pers di salah satu warung kopi di Kecamatan Idi Rayeuk, Kamis (30/4/2026).

Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.Si menyampaikan klarifikasi dihadapan publik dan masyarakat yang hadir terkait isu dan fitnah yang menimpanya.

didampingi sang istri serta tokoh pemuda Eri Ezi, S.H atau kerap di sapa bung eri, Ketua Dprk Aceh Timur dan jajaran KPA/PA Aceh Timur.

“Apa yang disampaikan oleh M.A itu tidak benar dan tidak berdasar. Ini jelas fitnah yang mencoreng nama baik saya dan keluarga,” tegas Iskandar di hadapan media

Ia menjelaskan, tudingan bahwa dirinya “digerebek dalam mobil” sama sekali tidak sesuai fakta. Saat itu, kata Iskandar, dirinya sedang menjalankan tugas kemanusiaan meninjau lokasi banjir dan membantu masyarakat yang masih terisolir.

“Kami turun ke lapangan mengantar obat-obatan menggunakan mobil ambulans. Di dalam kendaraan juga ada tenaga medis dan beberapa orang lainnya, termasuk keluarga dari pihak yang menuduh,” jelasnya.

Tak hanya itu, Iskandar juga mengungkap adanya dugaan manipulasi konten di media sosial. Ia mengaku telah mengantongi sejumlah akun TikTok, Facebook, hingga Instagram yang diduga menyebarkan informasi palsu dengan menggunakan teknologi edit gambar berbasis AI.

“Foto saya diedit dengan AI dan dimanipulasi sehingga seolah-olah benar. Foto yang sebenarnya Ini adalah saat saya pelantikan bersama istri dan anak – anak saya,” ujarnya.

Atas hal tersebut, Iskandar menyatakan telah resmi membuat laporan hukum terhadap M.A serta sejumlah akun media sosial yang dianggap menyebarkan fitnah.

Meski demikian, ia menegaskan tidak anti kritik terhadap kepemimpinannya sebagai kepala daerah.

“Silakan kritik kinerja saya, tapi dengan cara yang bijak dan memberikan solusi. Jangan membawa-bawa keluarga,” katanya.

Di tengah polemik yang berkembang, Iskandar juga mengimbau masyarakat Aceh Timur agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya.

“Kita sedang fokus bekerja membantu masyarakat terdampak banjir dan membangun daerah, Mohon dukungan dan jangan mudah terpancing isu” pungkasnya.

Saling Klaim di Media Sosial Sebelumnya, seorang pria berinisial M.A melalui sejumlah akun media sosial mengaku memiliki bukti dugaan perselingkuhan antara mantan istrinya, MS, dengan Bupati Aceh Timur. Ia bahkan menyatakan siap menempuh jalur hukum.

Di sisi lain, MS membantah tudingan tersebut. Dalam pernyataannya di media sosial, ia mengaku telah lama berpisah dengan M.A dan menyebut rumah tangga mereka telah berakhir dengan talak tiga. Ia juga mengungkap dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya, serta berencana melaporkan balik pihak yang dianggap mencemarkan nama baiknya.

Iskandar menegaskan akan menempuh jalur hukum sampai tuntas dan sudah melaporkan ke Mapolres Aceh Timur.

Kasus ini menjadi perhatian publik di Aceh Timur, terutama di tengah situasi daerah yang masih fokus pada penanganan dampak banjir. Masyarakat diharapkan tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta menunggu proses hukum berjalan.

653935738-940856771857520-8512316222194427671-n

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *