Lensaraya.com | Aceh Tamiang — Sekretaris Wilayah (Sekecil) Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Wilayah Aceh Tamiang, Reki Ilham menilai kegiatan nonton bareng (nobar) “Pesta Babi Kolonialisme” tidak memiliki urgensi untuk dilaksanakan di tengah kondisi masyarakat Aceh Tamiang masih berduka pascabencana banjir.
Menurutnya, situasi sosial masyarakat saat ini masih membutuhkan perhatian serius dari semua pihak, terutama dalam upaya pemulihan ekonomi, psikologis, dan kebutuhan dasar warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Aceh Tamiang.
“Di saat masyarakat masih berjuang bangkit pascabanjir, menurut kami kegiatan seperti itu bukan sesuatu yang penting untuk dipertontonkan atau dirayakan. Fokus utama saat ini seharusnya adalah membantu rakyat dan memulihkan kondisi daerah,” ujar Sekjend JASA Aceh Tamiang dalam keterangannya kepada media, Jum’at (15/5/2026).
Ia mengatakan, Aceh memiliki nilai-nilai budaya, sejarah perjuangan, serta kekhususan daerah yang harus dijaga dengan penuh kehormatan dan sensitivitas sosial.
Karena itu, sebut Reki Ilham, setiap bentuk kegiatan publik dinilai perlu mempertimbangkan kondisi psikologis masyarakat dan situasi daerah.
Selain itu, JASA Aceh Tamiang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih mengedepankan solidaritas kemanusiaan dibandingkan kegiatan yang berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
“Momentum ini seharusnya menjadi waktu untuk memperkuat kepedulian sosial, gotong royong, dan empati terhadap korban banjir. Banyak masyarakat yang masih membutuhkan bantuan dan perhatian,” katanya.
JASA berharap pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen sosial dapat bersama-sama menjaga suasana kondusif di Aceh Tamiang serta menghindari kegiatan yang dinilai tidak memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Di akhir pernyataannya, Sekwil JASA Aceh Tamiang mengimbau masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah keharmonisan sosial di tengah proses pemulihan daerah pascabencana.*
Reporter : Adi Hunter













