Berita Utama

Bupati Al – Farlaky Akan Fungsikan Gedung Magnet School Peureulak Menjadi Pusat Pendidikan Tinggi Di Aceh Timur 

0
LENSARAYA | Aceh Timur – Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., bersama Universitas Samudra (Unsam) Langsa sepakat mengalihfungsikan aset tersebut menjadi perguruan tinggi atau Kampus 2 Unsam. Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Aceh Timur dan Unsam di Medan, Kamis (5/2/2026).
Melalui kerja sama ini, gedung yang selama ini hanya menjadi beban fiskal diarahkan menjadi pusat pendidikan tinggi di wilayah timur Aceh.
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Antara Universitas Samudra dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menegaskan bahwa Magnet School merupakan aset bernilai besar yang selama bertahun-tahun tidak memberi manfaat sebanding dengan biaya yang ditanggung daerah.
“Setiap tahun anggaran Aceh Timur terus dipotong untuk melunasi utang pembangunan gedung ini, mencapai Rp16,4 miliar,” kata Al-Farlaky, Minggu (08/2/2026).
Menurutnya, pengaktifan Magnet School sebagai kampus merupakan langkah rasional agar dana publik yang selama ini terkuras tidak berakhir sia-sia. Selain mendukung operasional Kampus 2 Universitas Samudra di Peureulak, kebijakan ini diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Aceh Timur.
“Keberadaan kampus baru berpotensi memberi dampak lanjutan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga pergerakan ekonomi warga di sekitar kawasan kampus,” tuturnya.
Pemkab Aceh Timur memastikan renovasi gedung akan segera dilakukan. Pemerintah menargetkan peluncuran kampus bertepatan dengan jadwal penerimaan mahasiswa baru.
Untuk diketahui, Pemkab Aceh Timur tercatat memiliki pinjaman kepada Pemerintah Pusat sebesar USD 5.193.523,21 atau setara Rp73,25 miliar (nilai 2020), yang berasal dari pendanaan Islamic Development Bank (IDB) untuk pembangunan Magnet School di Gampong Balee Buya dan Dama Tutong, Kecamatan Peureulak.
Exit mobile version