Aceh Tamiang

Keluhan Warga Tentang Jembatan Penghubung Kawasan di Seruway, Ini Respon Bupati Armia Fahmi

0

Lensaraya.com | Aceh Tamiang – Akses jalan penghubung kawasan di Desa Lubuk Damar menghubungkan ke Desa Matang Sentang Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang sudah 2 periode Bupati berakhir tak juga kunjung dilakukan perbaikan oleh pemerintah daerah.

Bahkan menurut informasi dan pantauan media Lensaraya.com, kondisi jembatan menghubungkan antara kemukiman Sungai Kuruk dengan kemukiman Gedung Biara itu sudah lama diusulkan disetiap agenda Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) mulai tingkat desa hingga ke tingkat kabupaten tetapi tak kunjung terealisasi.

Jembatan tersebut sangat dibutuhkan untuk akses transportasi bagi anak sekolah usia SMP hingga SMA timbal balik dan akses infrastruktur ekonomi masyarakat sangat penting untuk bangun secara layak guna.

Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Fahmi, M.H., tanggap dan responsif tentang keluhan masyarakat terkait jembatan penghubung kawasan tersebut dengan memerintahkan sejumlah pejabat eselon II daerah untuk turun langsung meninjau kondisi jembatan rusak menjadi penghubung vital dua kemukiman di Kecamatan Seruway, Kamis, 15 Mei 2026.

Mewakili Bupati Armia Fahmi, Pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda) Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR, Dedi Nurfadli, S.T., Kepala Bappeda, Ir. H. Muhammad Zein, serta Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), M. Farij, S.S.T.P. langsung turun kelokasi memastikan laporan masyarakat.

Rombongan pejabat daerah Aceh Tamiang ini menindaklanjuti keluhan masyarakat sampai ke Bupati Armia Fahmi untuk memeriksa langsung jembatan sudah lama diharapkan masyarakat Kemukiman Gedung Biara dan Kemukiman Sungai Kuruk untuk berfungsi secara layak guna dan layak pakai.

Kunjungan kerja para pejabat daerah tersebut disambut hangat oleh Camat Seruway beserta Kepala Mukim dan Datok Penghulu Kampung Matang Sentang.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah ini menjadi angin segar bagi warga selama ini harus berjuang melewati jembatan dalam kondisi memprihatinkan, sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, anak sekolah, pergerakan warga, hingga distribusi hasil bumi.

Dengan ditinjaunya lokasi ini, masyarakat berharap segera ada langkah nyata dan solusi konkrit dari pemerintah daerah.

Harapannya, perbaikan bisa segera dilakukan agar jembatan ini kembali aman dan layak digunakan, demi menunjang kenyamanan dan kemajuan ekonomi warga di dua kampung tersebut.

Menurut Mukim Sungai Kuruk, Naharuddin, di Musrenbang lalu juga dibahas secara perioritas terkait jembatan penghubung kawasan tersebut hingga menjadi usulan perioritas salah satu di 3 usulan diusul ke Musrenbang tingkat kabupaten.

Hal itu juga dibenarkan oleh Datok Penghulu Kampung Sidodadi, Seruway, Salim, jembatan penghubung itu merupakan salah satu program prioritas Kecamatan Seruway ke tingkat kabupaten untuk diperjuangkan.*

Reporter : Adi Hunter

Exit mobile version