Aceh Tamiang

FGD Penelitian Mitigasi Banjir Berbasis GEO-AI Dibuka Plt. Sekda, Drs. Syuibun Anwar

0
Oplus_16908288

Lensaraya.com | Aceh Tamiang – Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Fahmi, M.H., diwakili pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda) Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar buka Focus Group Discussion (FGD) penelitian pengalihan atau disebut “Mitigasi Bencana”.

FGD tersebut mencakup pembahasan terkait Sinergi Kebijakan Tata Kelola Jasa Lingkungan Hidup berbasis GEO-AI di Kawasan DAS Aceh Tamiang, di Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin (06/07/26).

Plt. Sekda Aceh Tamiang mengapresiasi inisiatif dari Tim Peneliti Program Studi Geografi Universitas Samudra Langsa atas pelaksanaan penelitian didukung oleh Purnomo Yusgiantoro Center dan University of Waterloo, Kanada.

Dikatakannya, penggunaan teknologi Geo-AI (Geospatial Artificial Intelligence) dilakukan guna memetakan valuasi ekonomi jasa lingkungan yang merupakan langkahstrategis.

Sambung Plt. Sekda, Ini adalah jembatan penting untuk membuka peluang Pembiayaan Iklim (Climate Finance), sehingga dapat mengelola dan memitigasi risiko banjir di Aceh Tamiang secara lebih terukur, modern, dan berbasis data yang akurat.

“Kepada seluruh elemen masyarakat, mari kita gali kembali kearifan lokal dalam menjaga lingkungan dan dukung pemetaan partisipatif ini agar implementasi di lapangan dapat berjalan dengan sukses,” ujar Drs. Syuibun Anwar.

Menurut Plt. Sekda, secara geografis, Kabupaten Aceh Tamiang memiliki tantangan besar terkait kebencanaan, khususnya bencana banjir kerap melanda wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang. Oleh karena itu, upaya mitigasi tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara biasa.

“Kita membutuhkan inovasi ilmiah, kolaborasi yang kuat, serta skema pembiayaan yang berkelanjutan. Melalui FGD ini, para peserta memberikan berbagai masukan yang diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan maupun program yang lebih efektif, tepat sasaran dan berkelanjutan,” ulas Plt. Sekda Aceh Tamiang.

Lebih lanjut, Drs. Syuibun menambahkan, “Semangat kolaborasi dan keterbukaan yang terbangun selama diskusi diharapakan mampu memperkuat sinergi antar pihak dalam mewujudkan tujuan bersama,” tutupnya.

Turut hadir perwakilan Kepala OPD, perwakilan komunitas/LSM, aktivis lingkungan, kelompok tani, dan seluruh peserta FGD.*

Reporter : Adi Hunter

Exit mobile version