Aceh Timur

Sikap Kekanak-kanakan Oknum ASN Dinas Kebudayaan Aceh Timur Disorot Usai Mengundurkan Diri dan Hapus Anggota Grup WhatsApp Seniman

5137

lensaraya.com | ​Aceh Timur — Sikap tak profesional dan kurang dewasa kembali ditunjukkan oleh oknum aparatur sipil negara (ASN). Seorang oknum pejabat/staf di Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Timur berinisial S.A , menjadi sorotan publik usai menunjukkan respons emosional terhadap kritikan yang disampaikan oleh elemen masyarakat seni, Selasa 28 Juli 2026.

Peristiwa ini bermula dari dinamika diskusi di dalam grup WhatsApp yang dihuni oleh para tokoh dan pegiat seni se-Kabupaten Aceh Timur. Dalam forum komunikasi digital tersebut, Misbahuddin, salah seorang tokoh seniman Aceh Timur asal Peureulak, menyampaikan masukan serta kritik konstruktif terkait kinerja dan tata kelola bidang kebudayaan di daerah tersebut.

Kepala Bidang Kebudayaan, Suryadi menanggapi Polemik dan kritikan dari tokoh dan elemen seniman aceh timur dengan bijak dan memberikan respon positif terhadap kritikan yang disampaikan oleh Misbahhuddin tersebut.

Namun, bukannya menjadikan kritik tersebut sebagai bahan evaluasi kinerja, oknum ASN berinisial S.A dilaporkan merasa tersinggung dan marah. Puncaknya, SA tidak hanya menyatakan mengundurkan diri dari grup WhatsApp tersebut, tetapi juga mengeluarkan dan menghapus (remove) seluruh anggota grup secara sepihak sebelum ia keluar.

Saat dikonfirmasi, Misbahuddin menyayangkan respons berlebihan yang diperlihatkan oleh pejabat atau pelayan publik tersebut. Menurutnya, kritik yang disampaikan adalah bagian dari aspirasi seniman demi kemajuan kebudayaan di Aceh Timur, bukan serangan personal.

​”Sebagai pelayan publik di bidang kebudayaan, seharusnya keterbukaan terhadap kritik dan masukan menjadi modal utama untuk perbaikan kinerja. Sikap tersinggung, marah, hingga membubarkan ruang komunikasi dengan menghapus para seniman dari grup adalah tindakan yang sangat tidak dewasa dan terkesan kekanak-kanakan,” ujar Misbahuddin.

Ia menambahkan bahwa transparansi dan ruang dialog antara pemerintah khususnya Disdikbud dengan para pelaku seni lokal seharusnya dirawat, bukan ditutup hanya karena ketidaksiapan menerima evaluasi.

Saat media lensaraya.com mengonfirmasi langsung kepada oknum ASN berinisial S.A melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp. Konfirmasi ini bertujuan untuk memberikan ruang klarifikasi terkait alasan tindakan pengunduran diri serta penghapusan anggota grup tersebut.

  1. “Itu yang terbaik”.
  2. “Itu Hak saya”.
  3. “Siapa aja boleh
    Krn itu bukan sebuah keharusan”.
  4. “Yaa semua saya keluarkan dan saya SDH minta izin, saya yg buat grup itu dari tahun 2018 dan saya adminnya” ujar SA.

Belum ada saat ini respon langsung dari kabid kebudayaan terkait pembubaran grup yang dilakukan oleh SA.

Publik kini menantikan klarifikasi serta langkah tegas dari pimpinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur untuk membina jajarannya agar lebih bijak, dewasa, dan responsif dalam menerima aspirasi serta kritik dari masyarakat.

Exit mobile version