Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang Disambut Bupati Armia Fahmi, Shalat Idul Fitri bersama Masyarakat
Sebarkan artikel ini
LENSARAYA | Aceh Tamiang – Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, M.H., sambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto Shalat Idul Fitri 1447 Hijriyah di Masjid Darussalam Desa Simpang Empat, Upah Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu, 21 Maret 2026.
Kehadiran Presiden Republik Indonesia (RI) ke 8, Prabowo Subianto beserta rombongan tersebut melaksanakan Shalat Ied bersama masyarakat terdampak banjir Aceh Tamiang serta para pejabat Provinsi Aceh dan para pejabat pemerintah Aceh Tamiang.
Presiden hadir didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta disambut unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Aceh dan Aceh Tamiang.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn) Drs. Armia Fahmi, M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Presiden beserta rombongan yang menunjukkan kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Tamiang, khususnya korban banjir.
Ia menilai, kehadiran Presiden tidak hanya memberikan semangat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk perhatian langsung terhadap proses pemulihan pascabencana.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Presiden telah meluangkan waktu untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri bersama masyarakat serta meninjau langsung kondisi pasca bencana di daerah ini,” ujar Bupati Armia Fahmi.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menjelaskan, kunjungan Presiden ke Aceh Tamiang tidak hanya dalam rangka ibadah, tetapi juga untuk memastikan penanganan pasca bencana berjalan sesuai rencana.
“Presiden ingin melihat secara langsung kondisi di lapangan dan memastikan proses pemulihan berjalan optimal,” jelas Teddy Indra Wijaya.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriyah dipimpin oleh Imam Masjid Darussalam, Tengku Junaidi, dengan khotbah disampaikan oleh Kapten Inf Zulkhaizir.
Jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 1.300 orang, terdiri dari masyarakat setempat serta warga yang saat ini menempati hunian sementara (huntara).
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di kawasan Huntara ini tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga mencerminkan kondisi masyarakat terdampak sekaligus menjadi bagian dari upaya pengawasan pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.