Lensaraya.com | Aceh Tamiang – Bantuan kemanusiaan disalurkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta kepada para guru terdampak bencana alam di Aceh Tamiang pada akhir November tahun lalu adalah wujud empati bagi rekan-rekan se-profesi sangatlsh.
Menyikapi aksi solid dan rasa peduli tersebut, PGRI Kabupaten Aceh Tamiang berikan respon positif dan apresiasi sangat luar biasa atas bantuan tersebut menjadi pilar fondasi kebangkitan dan pemulihan dalam rangka mendukung tugas korp juga disebut “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” dari DKI Jakarta itu pada Rabu, 17 Juni 2026.
Ketua Dewan Pakar PGRI Aceh Tamiang, Lindawati, S. Pd., juga dikenal Ny. Linda Ismail (istri Wakil Bupati Aceh Tamiang) itu menyampaikan kebanggaannya dan apresiasi tinggi atas semangat kekompakan dan rasa kekeluargaan dari rekan-rekan PGRI DKI Jakarta yang sampai saat ini masih membantu para guru di Aceh Tamiang terdampak bencana.
“Apresiasi kami juga kepada seluruh PGRI di seluruh Indonesia, kali ini khususnya PGRI Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen dan empati kepada para guru menjadi korban bencana alam Hidrometeorologi di Aceh Tamiang pada akhir November tahun lalu,” kata Lindawati, S. Pd., Kamis, 18 Juni 2026, di Karang Baru.
Menurut Ny. Linda Ismail, juga diketahui seorang guru dan salah seorang korban dampak bencana alam di Aceh Tamiang, kebangkitan dunia pendidikan pasca bencana merupakan salah satu tugas dan tanggungjawab bersama agar pendidikan anak tidak terhambat karena kerusakan berbagai sarana dan prasarana pendukung aktivitas belajar dan mengajar.
“Kami di Aceh Tamiang sangat membuka peluang kepada semua pihak untuk membantu apapun itu demi pulihnya sektor pendidikan, terutama terpenuhinya alat kerja bagi sarana dan prasarana bagi guru (tenaga pendidik) agar kembali bangkit menunaikan tugasnya bagi generasi bangsa,” jelas Ketua Dewan Pakar PGRI Aceh Tamiang.
Untuk itu, Ny. Linda Ismail menyampaikan apresiasi dan rasa kepada para guru di Aceh Tamiang karena tidak menyerah dan tetap optimis berjuang dalam kondisi terpuruk demi tugas mulia mendidik anak bangsa.
Di tempat terpisah, Nurdin, S. Pd., M.M., ketua PGRI Aceh Tamiang mengucapkan terima kasih dan rasa bangga atas eratnya jalinan tali kekeluargaan dan persaudaraan para guru tergabung dalam PGRI DKI Jakarta masih berupaya membantu kebangkitan pendidikan di Aceh Tamiang.
“Guru merupakan para abdi negara dan bangsa dalam mencerdaskan dan membina generasi harapan bangsa sebagai penerus perjuangan mengisi kemerdekaan bangsa kita, mendukung pemulihan bagi guru adalah perjuangan mulia,” ungkap Nurdin, S. Pd., M.M.
Ketua PGRI Aceh Tamiang menambahkan, “Sesuai pernyataan disampaikan Bapak bupati kita, Bapak Armia Fahmi kepada donatur yang membantu Aceh Tamiang pasca bencana, saya juga menyampaikan hal sama, yakni jangan pernah bosan dan berhenti membantu kami agar benar-benar pulih dan normal kembali dari keterpurukan,” harapnya mengakhiri.*
Reporter : Adi Hunter
