Ekonomi

Gubernur Mualem Tegas Sebutkan Pemulihan Aceh Harus Dimulai dari Sektor Ekonomi dan Infrastruktur

20
Mualem-saat-mengikuti-Rakor-Satgas-Percepatan-Rehabilitasi-Dan-Rekonstruksi-Pascabencana

LENSA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem menegaskan, bahwa pemulihan pascabencana di Aceh harus dimulai dari sektor ekonomi dan infrastruktur.

Ia meyakini dua sektor tersebut menjadi hal penting agar kehidupan masyarakat di wilayah terdampak segera normal.

“Kami meyakini bahwa pemulihan Aceh harus dimulai dari sektor ekonomi dan infrastruktur agar penghidupan masyarakat serta akses wilayah dapat kembali normal,” ujarnya.

“Sementara sektor perumahan dan sosial menjadi fondasi dalam membangun kembali harapan dan masa depan masyarakat Aceh,” kata Mualem

Hal itu disampaikan Mualem dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (15/1/2026) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Mualem juga turut menyampaikan sejumlah hal terkait kondisi dan penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh.

Di mana, Mualem berharap, penanganan pascabencana di Aceh mendapat penjelasan dari Pemerintah Pusat mengenai mekanisme yang saat ini dikoordinasikan oleh Satgas nasional.

“Termasuk tahapan penugasan serta dukungan sektoral yang akan diberikan kepada Pemerintah Aceh dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya.

Mualem juga menanyakan mengenai masa transisi dari tanggap darurat menuju tahap pemulihan.

Hal itu mengingat hingga saat ini masih terdapat wilayah terdampak di Aceh yang penanganannya belum sepenuhnya tuntas.

“Di sisi lain, dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana atau R3P harus segera ditetapkan, sementara masa tanggap darurat belum sepenuhnya berakhir,” tukas Mualem.

“Kami khawatir apabila memasuki masa transisi, dukungan dan perhatian nasional menjadi kurang optimal,” sebutnya.

Hal itu, kata Mualem, juga berkaitan dengan akan masuknya bulan suci Ramadhan, di mana kebutuhan masyarakat meningkat secara signifikan.

 

 

 

Exit mobile version