Aceh Timur

Bupati Al-Farlaky dan PKS Bahas Strategi Stabilitas Harga TBS hingga Optimalisasi CSR

3182

lensaraya.com | Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memimpin rapat koordinasi bersama pimpinan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di Kabupaten Aceh Timur. Pertemuan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Aceh Timur, Kamis (18/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Bupati membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan industri kelapa sawit, mulai dari harga Tandan Buah Segar (TBS), pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR), peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah, hingga peluang investasi hilirisasi sawit di Aceh Timur.

Terkait harga TBS, Al-Farlaky menyoroti kondisi harga sawit yang saat ini menjadi isu nasional. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, kata dia, menginginkan adanya standar harga yang tidak merugikan petani maupun pelaku usaha.

“Kami berharap harga TBS di Aceh Timur memiliki patokan yang jelas sehingga tidak merugikan petani. Pemerintah daerah juga perlu memperoleh informasi dan laporan berkala terkait perkembangan harga TBS agar dapat melakukan pemantauan dan pengawasan,” ujar Al-Farlaky.

Bupati juga meminta perusahaan-perusahaan PKS untuk meningkatkan koordinasi dengan dinas terkait, terutama dalam penyampaian data dan informasi yang berkaitan dengan aktivitas usaha perkebunan dan pengolahan sawit.

Selain itu, Al-Farlaky menekankan pentingnya pelaksanaan program CSR yang berdampak langsung kepada masyarakat. Menurutnya, perusahaan dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, terutama pada wilayah yang menjadi kawasan operasional perusahaan.

“Kami berharap perusahaan dapat mengambil peran dalam pembangunan yang sedang digalakkan pemerintah. Misalnya membantu pembangunan atau perbaikan akses jalan yang digunakan dalam aktivitas perusahaan. Setiap kegiatan pembangunan yang dilakukan perusahaan sebaiknya dikoordinasikan dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait agar dapat terdata dan tersinkronisasi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mendorong terciptanya koordinasi yang lebih intensif antara perusahaan dan pemerintah daerah.

“Koordinasi tidak harus selalu dengan Bupati. Yang terpenting adalah adanya komunikasi dan sinkronisasi yang baik dengan dinas-dinas terkait sehingga pembangunan di Aceh Timur berjalan searah,” tambahnya.

Dalam sektor investasi, Al-Farlaky mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk mendorong hadirnya industri hilir kelapa sawit, termasuk pembangunan pabrik minyak makan apabila terdapat investor yang berminat berinvestasi di Aceh Timur.

“Kami membuka peluang investasi seluas-luasnya. Jika nantinya ada investor yang membangun pabrik minyak makan, tentu dapat membuka peluang kerja sama bisnis baru dengan PKS yang ada di Aceh Timur,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja (safety) di lingkungan perusahaan. Ia meminta setiap perusahaan memberikan pelatihan keselamatan kerja kepada karyawan serta melengkapi fasilitas penanggulangan kebakaran, termasuk alat pemadam api ringan (APAR).

“Kita tidak ingin ada kejadian yang merugikan akibat kurangnya perhatian terhadap aspek keselamatan kerja. Karena itu perusahaan harus memastikan seluruh pekerja memahami prosedur keselamatan,” tegasnya.

Al-Farlaky kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam mendukung investasi yang sehat dan memberikan jaminan kenyamanan bagi investor yang beroperasi di daerah tersebut.

“Kami mendukung investor dan menjamin kenyamanan berusaha di Aceh Timur. Namun kami juga ingin mengetahui dampak dan manfaat yang diberikan setiap perusahaan bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Karena itu pertemuan seperti ini penting untuk terus dilakukan,” katanya.

Sementara itu, perwakilan PT Teupin Lada menyampaikan bahwa perusahaan selama ini telah menjalankan berbagai program CSR di lingkungan sekitar pabrik. Program tersebut antara lain pembagian sembako kepada 50 kepala keluarga setiap bulan, santunan anak yatim di tujuh desa lingkar pabrik hingga usia 15 tahun, serta pembangunan rumah layak huni bagi warga lanjut usia.

Pihak perusahaan mengakui bahwa sejumlah kegiatan CSR tersebut belum seluruhnya dilaporkan secara administratif kepada dinas terkait, meskipun pelaksanaannya telah berjalan.

Terkait harga TBS, PT Teupin Lada menjelaskan bahwa perusahaan mengikuti harga panduan yang berlaku dan mengalami penyesuaian setiap hari sesuai kondisi pasar.

Perusahaan juga berharap adanya regulasi yang dapat mengendalikan arus penjualan TBS keluar daerah. Menurut mereka, banyak bahan baku sawit dari Aceh Timur yang dikirim ke Medan sehingga berdampak pada pasokan bagi PKS lokal.

Menanggapi hal tersebut, Bupati menyatakan akan membahas aspek teknis bersama instansi terkait. Namun demikian, ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus mampu menjaga keseimbangan kepentingan petani dan perusahaan.

“Kita akan duduk bersama membahas teknisnya. Yang terpenting adalah adanya jaminan harga yang adil sehingga petani tidak dirugikan dan perusahaan juga dapat terus beroperasi dengan baik,” pungkas Al-Farlaky.

Exit mobile version