Belum Sebulan Dilantik Jadi Dirut PDAM Tirta Tamiang, Juanda Tunjukkan Kinerjanya
Sebarkan artikel ini
LENSARAYA | Aceh Tamiang – Juanda, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tamiang dilantik oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. Drs. Armia Fahmi, M.H., pada 12 Februari 2026, telah tunjukkan bukti kerjanya dalam membenahi perusahaan umum daerah (Perumda) Air Minum kebanggaan rakyat itu.
Pasca banjir melanda Aceh Tamiang pada November 2025 lalu, sarana air bersih dibawah naungan perusahaan umum daerah (Perumda) Air Minum atau disebut PDAM Tirta Tamiang lumpuh total akibat dihantam bencana.
Dibawah kendali Direktur perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Tamiang, Juanda, belum satu bulan dilantik, pada 12 Februari 2026, sudah menunjukkan kinerja nyata luar biasa.
Sebahagian pemukiman penduduk dibeberapa kecamatan termasuk Kecamatan Karang Baru, air bersih dari perusahaan milik daerah itu sudah mengalir kerumah-rumah penduduk.
Totalintas kerja ditunjukkan karyawan PDAM Tirta Tamiang secara kompak melakukan perbaikan-perbaikan pipa yang patah dan bocor akibat banjir bandang tersebut.
Para karyawan perusahaan air minum daerah itu bidang tehnik dibawah kendali Sang Direktur Juanda berjibaku siang dan malam melakukan perbaikan.
Kepada media lensaraya.com, Selasa (11/03/26), saat buka puasa bersama dirumah Tok At, Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Paya Bedi, Juanda menyampaikan, bahwa semangat pemulihan PDAM akan terus diupayakan tanpa kenal lelah.
“Apalagi dukungan datang juga dari NGO seperti Save The Children, Yayasan Geutanyoe, dan PMI dan juga dukungan dari kementrian PUPR biarpun belum terealisasi sepenuhnya,” kata Juanda..
Lanjutnya, “Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) menjanjikan pembangunan 4 WTP (tempat penyaluran air berskala besar),” ujar Di rektur PDAM Tirta Tamiang.
Sambung Juanda, WTP itu masing-masing akan dibangun di Kecamatan Karang Baru, Kecamatan Kota Kualasimpang, Minuran Kecamatan Kejuruan Muda, Kecamatan Rantau dan Kecamatan Bandar Pusaka (Babo).
“Untuk di Kecamatan Karang Baru posisi WTP nya di area komplek PDAM Tirta Tamiang di belakang RSUD Muda Sedia, baru dipancang namun belum bisa dikerjakan pihak PT Adhikarya karena masih terkendala kontraknya belum selesai,” sebut Juanda.
Lanjutnya lagi, kalau untuk di Kecamatan Rantau tidak punya tanah untuk pembangunan WTP tersebut, sementara di kecamatan Bandar Pusaka (Babo) sudah ditunjuk perangkat desa disana untuk pembangunan WTP didesa Rantau Bintang jaraknya cukup jauh lebih dari 3 kilo meter (Km).
“Itu lokasi tersebut tanahnya belum di verifikasi, apakah tanah itu punya Pemda atau tanah desa,” jelas Juanda semangat.
Kata Direktur PDAM Tirta Tamiang, untuk kebutuhan tawas 40 ton satu hari karena pekatnya (keruh) air sungai, untuk itu lagi menunggu bantuan dari Non Govermence Organization (NGO) yang sudah bersedia memberikan dukungan untuk hal tersebut,
“Akan tetapi Dirut dan semua karyawan PDAM tetap bekerja maksimal dibulan Ramadhan ini,” sambung Juanda, mantan Anggota DPRK Aceh Tamiang Fraksi PAN itu.
Juanda sangat berharap dukungan dari semua pihak, baik rakyat Aceh Tamiang, pemerintah daerah, dan pemerintahan Aceh dan pihak pemerintah pusat dalam penanganan dan pemulihan dampak bencana terhadap akses utama air bersih di daerah berjuluk Bumi Muda Sedia ini.
“Semua itu demi peningkatan kapasitas dan stabilitas penyediaan kebutuhan air bersih di Aceh Tamiang dan kendala terjadi selama ini agar dapat teratasi hendaknya,” kata Juanda mengakhiri.